Rabu, 15 September 2010

Gara-gara Hal Sepele, Bertengkar Lagi

Sudah 7 hari semenjak sebelum lebaran kami belum juga baikan, padahal beberapa kali aku meminta maaf padanya, tapi masih saja dibalas dengan jawaban yang sinis bagiku walaupun secara tertulis dia mengatakan sudah memaafkanku. Tetapi pesan-pesan yang dikirimkannya padaku cukup mewakili ke-belum-bisaaannya memaafkan aku. Padahal apa yang dipersangkakan pada kami ada alasannya.

"Janganlah kalian saling memutuskan hubungan, jangan saling membelakangi, jangan saling bermusuhan, jangan saling hasud (bertengkar) Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Tidak halal (haram) bagi seorang muslim untuk tidak bertegur sapa dengan saudaranya dalam batas diatas 3 hari (Hadits Muttafaq ''alaihi)

Okelah, kita sudah bertegur-sapa, bahkan kurang dari 3 hari, akan tetapi nada-nada sapaan itu yang sampai saat ini yang membuatku menganggap bahwa kita belum bertegur-sapa (melebihi 3 hari), bagaimanakah hukumnya? Wallohu a'lam, aku tidak tahu yang jelas hatiku masih kesal. Bagaimana tidak? masih saja! hanya karena masalah sepele pertengkaran dan pertengkaaaaaaan menghampiri!

---

Engkau tanyakan padaku mengapa aku begini?
Tanyalah pada dirimu, aku hanya bisa menjawab "entahlah", aku memang benar-benar tidak tahu!
bukankah pernah aku sampaikan padamu,

‎"Hendaklah seseorang waspada untuk menjadikan hati kaum mukminin marah kepadanya sementara ia tidak merasa !"
Dikatakan kepadanya: "Bagaimana itu akan terjadi ?"
Beliau berkata: "Seorang hamba melakukan maksiat secara tersembunyi, lalu Allah melemparkan kebencian kepada hati kaum mukminin kepadanya sementara ia tidak merasa".
(Sifatus Shafwah 1/325).

Silahkah pikirkan maksudku!

 --- 

Kita adalah bulir padi dari ladang yang sama, 
aku memiliki apa yang engkau miliki,
aku memiliki amarah yang engkau miliki,
aku pasti bermaksiat seperti pastinya engkau bermaksiat,
karenanya, marilah kita saling memahami dan saling memaafkan,
Benar-benar memaafkan!


15 september 2010 / 5 Syawal 1431 Hijriah
Yang masih kesal,

Noprin

Senin, 30 Agustus 2010

NUHA - 1 [Awal Pertemuan]

Berawal dari rasa iri dan kesal pada beberapa orang yang mengelompok-lompokkan diri dan memilih-milih teman yang dijadikan gandengan untuk belajar dan bertanya masalah pelajaran kuliah, aku dan Nonop merasa gerah dan tidak mau terkalahkan. Beberapa hari aku menyusun rencana untuk membentuk kelompok serupa dan menciptakan rencana-rencana besar nan aneh yang akan kami lakukan secara diam-diam hingga nanti telah jadi dan pantas untuk dimunculkan dan berharap "mereka-mereka" (teman-teman yang telah kami buruk sangkai) akan "ter wah-wah" dengan hasil kerja kami dan kami yang telah mereka tak anggap dan tak mereka perhitungkan ternyata adalah orang-orang hebat (hahaha, mimpi di siang berpetir)!

Pada awal pendiriannya, kelompokku ini hanya terdiri dari 2 orang, yah itu lah! Aku dan Nopi, dua orang manusia yang dihatinya dijejali oleh buruk sangka dan dengki pada orang lain. Setiap 3 kali seminggu, kami membuat acara perpanjangan waktu kuliah, maksudnya setelah teman-teman pulang kuliah sekitar jam 03 pm, kami masih harus merelakan sekitar 2 jam hingga pukul 5 untuk belajar Bahasa Inggris, mengerjakan PR, diskusi pelajaran, dan merencanakan hal-hal aneh yang akan kami lakukan berikutnya. Qodarulloh, rencana kami berjalan cukup baik, walaupun rasa lelah di kepala dan badan, hujan air di luar sana, dan hujan keringat di dalam diri ini, tak satupun menghalangi kami untuk tetap rutin menjalankan jadwal belajar kelompok tambahan itu, walaupun hanya berdua saja!

Selang beberapa hari, muncul 2 orang dengan bertandang rasa-rasa seperti apa yang menjadi alasan Kami untuk mendirikan kelompok "ini". Mba Nur dan Umma, 2 orang teman seprogramku dari Kendal dan Enrekang, wajah-wajah harapan seperti yang Kami rasakan ternyata mereka rasakan juga diam-diam. Baru, hingga kami 2 orang yang dianggap tak mungkin untuk bertindak mengelompokkan diri, akhirnya menjadi inspirasi juga buat mereka! Kami yang mungkin di pandangan mereka adalah manusia-manusia manut yang selalu menerima apaun seada-adanya, mungkin lagi yah! kala itu muncul seperti seorang teraniaya yang baru belajar membuka mulut, dan kami pantas untuk dijadikan contoh (huahahaha). Dan ternyata memang! merekapun ingin diakui! (hehe, lebay dikit).

Akhirnya, 4 orang telah bertemu!!

Esoknya Kami putuskan untuk mengubah rencana dan mengadakan rapat untuk melakukan program ulang kegiatan dan apa-apa yang akan Kami lakukan. Then, program kedua keluar!

Tapi, wow! Belum sempat satupun program dari hasil rapat kedua dijalankan, sudah muncul 2 orang baru yang ingin bergabung ke dalam klub Kami, Mba Tika dan Lia. Hahahah! Kalau diungkapkan dalam pribahasa, seolah-olah "tak ada umpan yang dipasang, ikan datang memakan kail". Hatiku sangat senang, rasanya seperti ada hujan turun di tengah padang sahara! Kegembiraanku begitu besaarr!

Dan akhirnya, 6 orang bertemu!! 

Dari 6 orang anggota yang telah terkumpul dengan tanpa paksaan dan dengan kesadaran penuh dari anggota, rapat re-program ke-tiga pun dilakukan kembali..! Sekitar bulan mei 2009, setelah melalui diskusi dan perdebatan konyol akhirnya grup tetap telah terbentuk, dan diputuskanlah kelompok belajar dan kelompok "ngapa-ngapain" kami telah remsi untuk dijalankan dan dikenal siapapun dengan nama "NUHA".

Akhirnya, NUHA telah lahir!!

Untuk arti dan mengapa kami memilih nama kelompok NUHA, silahkan teman-teman tunggu untuk artikel di rubrik "Mozaik Hidupku" berikutnya.. Penasaran kan?! Makanya, terus berkunjung yah! (Wkwkwkw, sok penting)

                                                                                                                            (......bersambung)

by 
Asiyah bint Muhammad Zainy

Minggu, 29 Agustus 2010

Aku Selalu Diberi Kesempatan

Alhamdulillah 'alaa kulli haal,

Mengingat perjalanan hidupku yang meliak-liuk seperti serabut benalu, dengan segala kisah sedih dan menyenangkan, segala kisah biasa dan menegangkan, segala pilihan ke arah baik dan buruk, segalah keputusan yang salah dan benar, segala ketaatan dan kedurhakaan, dan dengan penentangan serta dosa yang sangat melimpah ruah, masih saja aku tetap ditunjukkan dan diarahkan seperti ini - berjalan untuk bertemu Dia.

Dia.. Alloh Yang Maha Esa, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Yang Memiliki jiwa ini, Yang Membolak-balikkan hati ini.
Dengan kata apa hendak kugores ungkapan penghambaan dalam bahasa ibuku ini?
Dengan kalimat apa hendak aku jelaskan kesyukuran dengan bahasa yang aku pahami ini?

Sungguh, telah 21 tahun lamanya aku diizinkan membuka dan menutup mata, bernafas, merasakan segar udara pagi, merasakan nikmatnya angin di bawah terik matahari, merasakan nikmatnya nasi untuk mengobati lapar maupun nafsu. Kehidupanku ini, lengkap dan sempurna tanpa cacat. Setiap pagi aku bangun, kelopak mataku bisa membuka dirinya, warna-warna dunia masih mengizinkan dirinya untuk aku kenali, serta lidahku bisa bebas berucap do'a kesyukuran atau tidak karena telah dibangunkan lagi untuk memulai memilih perbuatan baik atau buruk hingga aku akan tidur lagi. Segala wajah, watak, perlakuan, perkataan, godaan, dan keduniaan telah aku temui, dengan segala pemahaman, prinsip, dan pengalaman yang mereka tularkan padaku. Aku masih pula tetap seperti ini - seorang muslimah yang memilki keyakinan di hati  dan mengakui  sekuat-kuatnya akan keesaan Alloh.
Dia... Mengingat dia, aku ingin sekali menangis. Entah berapa kedurhakaan dan pengabaian aku perbuat, dosa-dosaku sudah tak sanggup aku perkiraan, kesalahanku tidak pernah habis untuk ku ingat agar bisa diperbaiki, tapi tetap saja Alloh menunjukkan kasih sayangnya padaku.
Dia telah menjadikan aku seorang wanita yang terlahir dalam keadaan islam, hatiku sangat bahagia jika mengingat itu saja walaupun kesedihan apapun  yang sedang aku hadapi.

Tidak itu saja, tidak saja menjadikan aku seorang anak, seorang gadis, seorang wanita yang terlahir dalam keadaan islam di tengah keluarga islam dan lingkungan islam tetapi juga memberikan aku saudara-saudari seaqidah yang selalu menegarkanku diujung keruntuhan, menguatkanku ditiap kerapuhan dan menyemangatiku pada riak-riak kesakitan yang seringkali kuhadapi. Ada diantara mereka yang datang  denga prinsip dan pemahaman Islam yang kukuh, ada yang masih setengah-setengah, ada pula yang tidak tahu sama sekali. Akan tetapi subahan Alloh, mereka yang setengah-setengah, mereka yang tidak tahu sama sekali kini  telah menjadi melebihi orang yang ku anggap memiliki prinsip dan pemahaman kukuh dahulu. Berjuta harapan akan kebaikan masih memiliki ruang yang sangat luas di hati-hati mereka, dan itulah yang juga menjadi media kekuatan dari Alloh untukku.

Nafas ketakutan di kala sholat, air mata setelah bermaksiat, kesedihan karena "kalah saing" beribadah kian hari kian nampak menggembung dari diri mereka. Kini, kesedihan mereka tak lagi karena tidak memiliki benda yang orang lain miliki, tidak lagi karena lebih kecilnya nilai di atas kertas dan di ujung pena manusia, akan tetapi  kesedihan mereka  lebih karena  tidak memiliki apa yang Alloh Perintahkan, lebih  kareana merasa tidak mendapatkan nilai yang meraka harapkan Alloh untuk berikan pada mereka. Hal apa saja itu? Keikhalasan dalam beribadah! Keistiqomahan! Ittiba'! Khusyu'! Rasa cinta karenaNya, dan semua hal yang berkaitan denganNya,  berkaitan dengan Allohu Robbul 'Alamiin.

Yaa Alloh, tiada lain kata yang bisa aku lantunkan selain 'Alhamdulillah 'alaa kulli haal", berkahilah mereka, berkahilah kami. Aku sangat mencintai mereka, karenanya tetapkanlah Kami di atas jalan lurus menujuMU. Aku sangat mencintaiku kejadianku, keislamanku, kemuslimahanku.. Karenanya tetapkan dan perbaikilah aku agar memiliki bekal untuk berjumpa denganMU. Aaamiin.


----- untuk ungkapan kali ini, ana cukupkan dahulu, insya Alloh disambung lagi jika Alloh Menghendaki -----


19 Romadhon,
- Asiyah bint Muhammad Zainy

Jumat, 27 Agustus 2010

Coconut Oil For Beautiful Skin and Hair

Coconut oil is a natural and highly beneficial oil for healthy, youthful, disease-free skin and hair. When coconut oil is applied topically or taken internally, it helps to keep the skin soft and smooth and gives hair a beautiful shine, whilst at the same time reducing the effects of aging and preventing infections from entering the skin. Unlike conventional lotions and body care products, coconut oil is a natural product and is therefore free from harsh, potentially toxic chemicals and other additives. Protects the Skin
The chemical structure of coconut oil consists of medium-chain fatty acids, which are small molecules, making it easily absorbed into the skin and hair.
The skin consists of an outer protective layer that acts as a barrier, stopping harmful organisms from penetrating the skin. This is an oil called sebum, and is very important to skin health. Like coconut oil, it contains medium-chain fatty acids, and helps to lubricate the skin and hair, and prevent fungal and bacterial infections from entering the body.
This protective layer can be washed away by bathing or through broken skin. Applying coconut oil to the skin quickly re-establishes this natural chemical barrier, by increasing the number of antimicrobial fatty acids on the skin and therefore protecting it from infection.


anti-aging
Oils have a visible effect on all tissues of the body, especially connective tissues. These tissues are found in the skin, muscles, bones, nerves and internal organs, and support the framework for all body tissues, holding everything together. These give skin strength and elasticity. As the skin ages however, these tissues are attacked by free radicals, which cause it to sag and wrinkle.
The only way to fight this free radical damage is with antioxidants, therefore it is essential to have plenty of antioxidants in our cells and tissues to protect them. The number of antioxidants in our tissues is largely determined by the nutrients in our diet. However, coconut oil has also been found to be the ideal lotion for protecting it against damage, promoting healing and giving it a healthy, soft, youthful appearance.


Moisturizing
Pure coconut oil is an excellent natural skin moisturizer. It prevents free radical formation and the damage it causes. It helps prevent the skin from developing blemishes causes by aging and other factors. It is absorbed into the skin and keeps connective tissue strong and supple so that skin doesn't age prematurely.
This wonderful oil also makes an ideal ointment for the relief of dry, rough and flaky skin. It helps to remove the layer of dead skin cells on the outer surface of the skin, leaving it smoother, evenly textured and moisturized.

Healing and Repair
Coconut oil has been found to help stimulate healing and repair. Some of its reported health benefits for skin include helping with:
  • Inflammatory conditions like psoriasis
  • Acne
  • Fungal infections like athlete's foot
  • Sunburn
  • Healing cuts, bruises and sprains, and reducing scarring
  • Insect bites
How to Use coconut Oil
To use coconut oil on the skin, massage in a small amount and reapply it often. The oil is quickly absorbed into the skin and doesn't leave a greasy film like commercial lotions and oils do. Coconut oil will gradually soften the skin with regular use, removing dead layers, and encourage the growth of new, healthier tissue.
For severely dried or cracked skin, apply a liberal amount of coconut oil to the affected area, wrap it loosely in plastic or a towel, and leave it on overnight or at least a few hours. Repeat this process until the condition improves.
Coconut oil can be used on the entire body. Massage it into the skin for best results. It can also be used on the face to improve complexion and smooth out any blemishes.


Hair Care
Coconut oil makes a great hair conditioner. It gives hair a healthy shine, is great for the scalp and helps to control dandruff. It helps to reestablish a healthy skin environment by replacing natural oils that may have been washed away.
Studies have shown that using coconut oil on the hair can help prevent combing damage and improve its overall health and appearance. One study, in particular, found that compared to sunflower and mineral oils, coconut oil was the only one that reduced protein loss for both undamaged and damaged hair when used both pre-wash and post-wash. The authors explained this difference was due to the composition of the oils. coconut oil, being rich in medium-chain triglycerides is able to penetrate inside the hair shaft, protecting it from protein loss as well as giving it body. The other two oils have a different composition and therefore have no positive impact on protein loss. Only coconut oil can protect the hair and prevent hair damage, so it is clearly the best oil to use for hair.
To use, massage warm coconut oil into the hair, leave in on overnight, and wash it out in the morning. For a more intensive treatment, soak the hair thoroughly in the oil for an hour or two, before washing.


Types of coconut Oil
There are two types of coconut oil: processed and virgin. The difference between the oils depends on the amount of processing the oil undergoes and the type of coconut used. Processed oil is made from dried coconuts and has usually undergone extensive processing such as refining, bleaching and deodorizing, and is the type typically used in foods and cosmetics.
"Virgin" signifies an oil that has undergone less refining with lower temperatures and without chemicals. It is also made from fresh coconuts, and retains its naturally occurring phytochemicals (plant chemicals). Virgin coconut oil usually has a mild coconut flavor and aroma compared to more refined oils, which have less taste, smell and are colorless.
Regardless of the method of processing, however, both oils contain essentially the same amount of health-promoting medium-chain fatty acids. These fatty acids are very resistant to heat and are not harmed by processing, even at high temperatures. Therefore, all types of coconut oils are considered healthy oils.
Pure coconut oil should be a crystal clear liquid in warm conditions, and becomes a hard, white solid in cooler climates. This process does not affect the quality of the oil, and solidified coconut oil quickly becomes liquid when the container is immersed in hot water or warmed in the hands.

Source: www.healthymuslim.com

Mother's Diet Affects Newborn Allergy Risk

Eating lots of vegetables and fruits during pregnancy is associated with lowering the chance of having a baby with certain allergies, study findings from Japan suggest. The study found that babies born to women who ate high amounts of green and yellow fruits and vegetables, and those rich in beta carotene, had a reduced risk of being born with eczema, a condition that cause the skin to become itchy, dry, reddened and cracked.
Furthermore, foods high in Vitamin E, found in some green vegetables, were similarly found to lessen the risk of having a wheezy infant.


Study Details
Researchers evaluated vegetable and fruit intake during pregnancy of 763 women and their offspring's early-age eczema or allergic wheeze.
The women were 30 years old on average and about 17 weeks pregnant when they reported personal and medical history. When their babies were between 16 and 24 months old, the women provided birth and breastfeeding history, number of older siblings, and exposure to smoke.


The team found that 21 percent of the youngsters wheezed or had a "whistling in the chest in the last 12 months," and fewer than 19 percent had eczema.
According to the investigators, moms who ate greater amounts of green and yellow vegetables, citrus fruits, or beta carotene while pregnant were less likely to have an infant with eczema.


For example, after allowing for other eczema risk factors, eczema was more common among infants of moms who ate the least versus the most green and yellow vegetables - 54 and 32 infants, respectively.


Likewise, higher intake of Vitamin E during pregnancy was associated a reduced likelihood of having a wheezy infant.


The researchers said that increasing intake of green and yellow vegetables, citrus fruits, and antioxidants such as Beta-carotene and Vitamin E among pregnant women "deserves further investigation as measures that would possibly be effective in the prevention of allergic disorders in the offspring."


This study supports previous and on-going research that eating foods rich in vitamin and minerals, like those found in fruits and vegetables, during pregnancy can go a long way in preventing children from developing allergies.


Breastfeeding is another way to ensure your baby receives the most wholesome nutrition possible. Breast-fed babies are typically born with fewer or no allergies when compared to their formula-fed counterparts. Breast milk contains all the required nutrients crucial for healthy growth and offers protection against infections and diseases, which bottle-feeding does not provide.


Research Paper Details:
Miyake Y, Sasaki S, Tanaka K, Hirota Y. Consumption of vegetables, fruit, and antioxidants during pregnancy and wheeze and eczema in infants. Allergy 2010. 

Source: www.healthymuslim.com